Sekitar 40 buruh tidur di ruangan tertutup dan pengap karena tanpa jendela atau ventilasi. Hanya tersedia satu WC untuk mereka gunakan beramai-ramai.
Selain itu, Kontras mengatakan bahwa para buruh terbiasa mandi dengan mengunakan sabun colek di WC tanpa bak mandi yang menyatu dengan ruang penyekapan.
"Makanan yang diberikan ke korban hanya berlauk sambel dan tempe, dengan menu yang sama hampir setiap harinya," kata Yati di akun Twitternya, Sabtu (4/5) dini hari.
Hingga Sabtu dini hari, Polda, Polresta Tigaraksa sudah mendatangi lokasi dan menemukan 28 korban yang masih remaja, berasal dari Lampung, Cianjur, dan Bandung.
Adapun pelaku dan centeng yang menjadi petugas keamanan sedang dimintai keterangan di Polres Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Kondisi semua korban yang sebagian besar adalah pekerja sangat memprihatinkan. Seluruh badan seperti terbakar legam karena efek mengolah limbah timah.